Rabu, 15 April 2015

Introduction to Education





1. Golongan  realisme adalah orang yang beranggapan bahwa realitas ini bersifat bendawi Yang lebih menekankan pada realitas dan fungsi-fungsi jasmani.  Anggapan demikian menunjukkan bahwa keberadan dan kehidupan manusia sangat ditentukan oleh fisiknya, sedangkan  materialis adalah orang yang beranggapan bahwa alam ini merupakan wujud gerak mekanistik yang terdiri dari benda (materi,) tunduk kepada hukum-hukum materi atau hukum-hukum alam yang bekerja secara mekanik. Semua yang dikerjakan dan diperbuat oleh manusia  merupakan kausalitas alami tanpa diintervensi oleh aspek lainnya. 

2. Proses penciptaan manusia menurut saya yaitu, pada awalnya Allah mencipatakan manusia sbelumnya dari tanah seperti Nabi Adam dan Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad adalah Mahluk yang paling dahulu diciptakan.

Setelah adam diciptakan kemudian Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk adam sendiri. Dan kemudian manusia-manusi setelahnya itu diciptakan dari darah dan mani.

3. Menurut saya pendapat ibnu maskawih itu benar, bahwa pada mulanya hanyalah Tuhan  yang ada. Tuhan tidak didampingi oleh siapa pun dan oleh apa pun. Pada suatu ketika -dalam kesendirian-Nya- Dia menciptakan sesuatu dari tiada, maka sesuatu  menjadi ada disamping keberadaan-Nya.

4. Pernyataan tersebut menurut saya memang benar, karena sejak keberadaan Adam dan Hawa dibumi dan kemdian melahirkan keturunan, mereka mengajarkan cara melestarikan bumi dan hal tersebut masih diterapkan yang disimpulkan dalam ilmu pendidikan (sains) ilmu tentang alam.

5. Iya, karena orang tua adalah pendidik pertama untuk anak sebelum anak tersebut menerima pendidikan disekolah.

6. Maksudnya, para filosof berpendapat bahwa tuhan menciptakan alam tidak melalui kehendaknya, melainkan sebagai sebuah keniscayaan logis (pancaran dari kegiatan berpikir Tuhan).



b. 1. Aspek fisik/jasmani manusia  hidup di alam ini dan  tunduk kepada hukum alam, dan ia memerlukan penyesuaian diri dengan tuntutan hukum-hukum alam. Keberlanjutan kehidupannya hanya bisa terwujud bilamana kebutuhan fisiknya dapat terpenuhi, seperti makan, minum, menghirup udara dan lain sebagainya. Sedangkan aspek psikis/rohani manusia adalah sesuatu yang tidak bersifat fisik/materi (inmateri).   Aspek spiritual adalah esensi manusia, terpisah dari fisik dan mempunyai potensi untuk mengetahui dan mengalami, serta sebagai subjek penerima informasi dari dalam maupun dari luar dirinya.

2. Aspek kejiwaan atau aspek spiritual adalah sesuatu yang lain dari tubuh dan bentuk-bentuknya berbeda dengan bentuk tubuh.

3. aspek psikis, karena aspek psikis adalah input dari proses pendidikan dan aspek fisik sebagai output nya.

4. .a. Akal praktis, yang menerima arti-arti yang berasal dari materi melalui indra pengingat  
         yang ada dalam jiwa binatang.
     b. Akal teoritis, yang menangkap arti-arti murni, yang tak pernah ada dalam materi seperti
         Tuhan, roh dan malaikat.
Akal praktis memusatkan perhatian kepada alam  materi,  sedang akal  teoritis  kepada  alam 
metafisik.  Dalam  diri  manusia terdapat tiga macam jiwa ini, dan jelas bahwa yang 
terpenting diantaranya adalah jiwa berpikir manusia yang disebut akal ituAkal praktis, kalau
terpengaruh oleh materi, tidak  meneruskanarti-arti,  yang  diterimanya  dari indra pengingat
dalam jiwa binatang, ke akal teoritis.  Tetapi  kalau  ia  teruskan  akal teoritis akan
berkembang dengan baik.

Akal teoritis mempunyai empat tingkatan: 
1. Akal potensial dalam arti akal yang mempunyai potensi
    untuk menangkap arti-arti murni.
2. Akal bakat, yang telah mulai dapat menangkap
    arti-arti murni.
 3. Akal aktual, yang telah mudah dan lebih banyak
    menangkap arti-arti murni.
4. Akal perolehan yang telah sempurna kesanggupannya
    menangkap arti-arti murni.



Latihan



1.               1. Keturunan manusia diciptakan dari sel-sel sperma yang bercampur dengan sel-sel telur (ovum) 
                  dalam rahim seorang ibu yang mengandungnya.

2.   Dimensi fisik dan dimensi psikis

3.   Manusia berkembang secara evolusionis, dari benda yang sangat sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi benda yang lebih kompleks.

4.   Surat al an’aam ayat ke 2.

5.   Maksudnya, para filosof berpendapat bahwa tuhan menciptakan alam tidak melalui kehendaknya, melainkan sebagai sebuah keniscayaan logis (pancaran dari kegiatan berpikir Tuhan).

6.   Al-Suhrawardi

7.   Nur Muh}ammad (cahaya Muhammad) atau sering pula disebut  dengan al-Haqiqah al-Muhammadiyah الحقيقة المحمد ية) / hakikat kemuhammadan), ruh Muh}ammad, atau al-‘aql al-awwal.

8.   Akal aktif

9.   Tunduk pada hukum agama.

10. Pemikiran tuhan.