1.
Golongan realisme adalah orang yang beranggapan bahwa realitas ini bersifat bendawi Yang lebih menekankan pada realitas dan
fungsi-fungsi jasmani. Anggapan demikian menunjukkan
bahwa keberadan dan kehidupan manusia sangat ditentukan oleh fisiknya, sedangkan materialis adalah orang yang beranggapan bahwa alam ini merupakan wujud gerak mekanistik
yang terdiri dari benda (materi,) tunduk kepada hukum-hukum materi atau hukum-hukum alam yang bekerja
secara mekanik. Semua yang dikerjakan dan diperbuat oleh manusia merupakan kausalitas alami tanpa diintervensi
oleh aspek lainnya.
2.
Proses penciptaan manusia menurut saya yaitu, pada awalnya Allah mencipatakan
manusia sbelumnya dari tanah seperti Nabi Adam dan Nabi Muhammad SAW. Karena
Nabi Muhammad adalah Mahluk yang paling dahulu diciptakan.
Setelah
adam diciptakan kemudian Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk adam sendiri.
Dan kemudian manusia-manusi setelahnya itu diciptakan dari darah dan mani.
3. Menurut saya pendapat ibnu maskawih itu benar, bahwa pada
mulanya hanyalah Tuhan yang ada. Tuhan tidak didampingi oleh siapa pun dan oleh
apa pun. Pada suatu ketika -dalam kesendirian-Nya- Dia menciptakan sesuatu dari
tiada, maka sesuatu menjadi ada
disamping keberadaan-Nya.
4.
Pernyataan tersebut menurut saya memang benar, karena sejak keberadaan Adam dan
Hawa dibumi dan kemdian melahirkan keturunan, mereka mengajarkan cara
melestarikan bumi dan hal tersebut masih diterapkan yang disimpulkan dalam ilmu
pendidikan (sains) ilmu tentang alam.
5.
Iya, karena orang tua adalah pendidik pertama untuk anak sebelum anak tersebut
menerima pendidikan disekolah.
6. Maksudnya, para filosof berpendapat
bahwa tuhan menciptakan alam tidak melalui kehendaknya, melainkan sebagai
sebuah keniscayaan logis (pancaran dari kegiatan berpikir Tuhan).
b.
1. Aspek fisik/jasmani manusia hidup di alam ini dan tunduk kepada hukum alam, dan ia memerlukan
penyesuaian diri dengan tuntutan hukum-hukum alam. Keberlanjutan kehidupannya
hanya bisa terwujud bilamana kebutuhan fisiknya dapat terpenuhi, seperti makan,
minum, menghirup udara dan lain sebagainya. Sedangkan aspek psikis/rohani
manusia adalah sesuatu yang tidak bersifat fisik/materi (inmateri). Aspek spiritual adalah esensi manusia,
terpisah dari fisik dan mempunyai potensi untuk mengetahui dan mengalami, serta
sebagai subjek penerima informasi dari dalam maupun dari luar dirinya.
2.
Aspek kejiwaan atau aspek spiritual adalah sesuatu yang
lain dari tubuh dan bentuk-bentuknya berbeda dengan bentuk tubuh.
3.
aspek psikis, karena aspek psikis
adalah input dari proses pendidikan dan aspek fisik sebagai output nya.
4. .a. Akal praktis, yang menerima arti-arti yang berasal dari materi melalui indra pengingat
yang ada dalam jiwa binatang.
b. Akal teoritis, yang menangkap arti-arti murni, yang tak pernah ada dalam materi seperti
Tuhan, roh dan malaikat.
Akal praktis memusatkan perhatian kepada alam materi, sedang akal teoritis kepada alam
metafisik. Dalam diri manusia terdapat tiga macam jiwa ini, dan jelas bahwa yang
terpenting diantaranya adalah jiwa berpikir manusia yang disebut akal ituAkal praktis, kalau
terpengaruh oleh materi, tidak meneruskanarti-arti, yang diterimanya dari indra pengingat
dalam jiwa binatang, ke akal teoritis. Tetapi kalau ia teruskan akal teoritis akan
berkembang dengan baik.
Akal teoritis mempunyai empat tingkatan:
1. Akal potensial dalam arti akal yang mempunyai potensi
untuk menangkap arti-arti murni.
2. Akal bakat, yang telah mulai dapat menangkap
arti-arti murni.
3. Akal aktual, yang telah mudah dan lebih banyak
menangkap arti-arti murni.
4. Akal perolehan yang telah sempurna kesanggupannya
menangkap arti-arti murni.
Latihan
1. 1. Keturunan manusia diciptakan dari sel-sel sperma
yang bercampur dengan sel-sel telur (ovum)
dalam rahim seorang ibu yang
mengandungnya.
2. Dimensi fisik dan dimensi psikis
3.
Manusia berkembang secara evolusionis,
dari benda yang sangat sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi benda yang lebih
kompleks.
4. Surat al an’aam ayat ke
2.
5. Maksudnya, para filosof berpendapat
bahwa tuhan menciptakan alam tidak melalui kehendaknya, melainkan sebagai
sebuah keniscayaan logis (pancaran dari kegiatan berpikir Tuhan).
6.
Al-Suhrawardi
7.
Nur Muh}ammad (cahaya Muhammad) atau sering pula disebut dengan al-Haqiqah
al-Muhammadiyah الحقيقة المحمد ية) / hakikat kemuhammadan), ruh Muh}ammad, atau al-‘aql al-awwal.
8. Akal aktif
9.
Tunduk pada hukum agama.
10. Pemikiran tuhan.